Jumat, 19 September 2014

Kisah Kurban Habil dan Qabil


Bismillah.
                Sobat Ghifari,
                Ajaran kurban yang disyari’atkan dalam Islam sesungguhnya telah jauh mengakar dalam sejarah umat manusia. Tercatat dalam sejarah, bahwa ibadah kurban telah dimulai sejak nenek moyang manusia pertama sebagaimana dikisahkan dalam Q.S Al-Ma’idah [5]: 27, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Qabil dan Habil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang mereka berdua (Habil) dan tidak diterima yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): ‘Aku pasti membunuhmu!’. Berkatalah Habil: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa’.”
                Dari kisah yang dapat dijumpai, para ahli tafsir menyatakan bahwa peristiwa kurban yang dilakukan dua bersaudara putra Adam as. adalah solusi dari polemik perang dingin yang terjadi antara keduanya dalam mempersunting wanita cantik rupawan bernama Iklimah sebagai pasangan hidup.
                Ucapan Nabi Adam as. yang bersumber dari wahyu yang disampaikan kepada kedua putranya, seperti dikutip tafsir Ibnu Katsir: “Wahai anakku (Qabil dan Habil) hendaknya masing-masing diantara kalian menyerahkan kurban, maka siapa diantara kalian berdua yang kurbannya diterima Allah SWT dialah yang berhak menikahinya (Iklimah).”
                Pada akhir kisah disebutkan, ternyata kurban yang diterima Allah SWT adalah yang didasarkan atas keikhlasan dan ketaweaan kepada-Nya, yaitu kurban Habil yang berupa seekor domba yang besar dan bagus. Sementara kurban Qabil ditolak karena dilakukan atas dasar hasud (kedengkian). Karena kebakhilannya, Ia juga memilihhkan domba peliharaannya yang kurus untuk dikurbankan.
                Qabil yang kalah dalam sayembara kurban akhirnya memutuskan untuk membunuh saudaranya sendiri. Peristiwa ini adalah pertama kali terjadinya pembunuhan dalam sejarah umat manusia. Patut kita renungkan ya sobat, mengapa Al-Qur’an melukiskan Habil sebagai orang yang lemah? Mengapa Ia tidak mau membela diri ketika hendak dibunuh saudaranya? Mengapa pula kurban Habil menyebabkan Ia menjadi koorban?
                Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Habil tidak membela diri karena Ia sengaja memilih kematian di tangan saudaranya. Ia ingin meberikan pelajaran kepada umat manusia bahwa pelaku kezaliman dan kedengkian tidak akan pernah menang untuk selama-lamanya. Bahwa kedengkian dan ketamakan adalah akar perseturuan dan permusuhan umat manusia di muka bumi.
                Subhanallah, begitu ikhlas Habil mengorbankan dirinya ya, sobat. Ia rela mati di tangan saudaranya sendiri demi menjadikan sebuah pelajaran untuk mannusia selanjutnya. Semoga, atas pengorbanan yang begitu luhur ini kita akan selalu ingat esensi pengorbanan Habil, seperti yang telah disebutkan di atas.
Wallahu’alam bish-shawab.
               

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut

Copyright © FOURMOSLEM | Powered by Blogger

Design by Rifqimaulid | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑